Ekonom Prediksi Rupiah Berpotensi Sentuh Rp25.000 per Dolar AS pada Akhir 2026

Proyeksi nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah seorang ekonom memperkirakan mata uang Indonesia berpotensi melemah hingga mencapai kisaran Rp25.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penghujung tahun 2026. Prediksi tersebut muncul di tengah tekanan yang terus membayangi pasar keuangan domestik dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut analisis yang disampaikan ekonom tersebut, pelemahan rupiah tidak hanya dipicu oleh faktor global, tetapi juga berkaitan dengan tantangan ekonomi dalam negeri yang dinilai memengaruhi tingkat kepercayaan investor. Ia memperkirakan kurs dolar AS dapat bergerak di rentang Rp22.000 hingga Rp25.000 selama semester kedua 2026 apabila tekanan yang ada tidak mereda.

Sejumlah faktor yang disebut berpotensi menekan rupiah antara lain ketidakpastian dunia usaha, arus modal yang cenderung keluar dari pasar domestik, serta persepsi pelaku pasar terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Kondisi tersebut dinilai membuat mata uang Indonesia lebih rentan dibandingkan beberapa mata uang negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Prediksi tersebut juga muncul ketika rupiah sedang mengalami tren pelemahan terhadap dolar AS. Beberapa ekonom lain sebelumnya memperingatkan bahwa jika tekanan berlanjut, rupiah dapat menembus level psikologis baru yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

Meski demikian, pandangan tersebut bukan merupakan proyeksi resmi pemerintah maupun bank sentral. Sebelumnya, Bank Indonesia masih memiliki perkiraan yang jauh lebih optimistis terhadap pergerakan nilai tukar rupiah dan prospek ekonomi nasional.

Para pelaku pasar kini mencermati langkah-langkah yang akan ditempuh otoritas moneter dan pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Kebijakan suku bunga, penguatan cadangan devisa, serta upaya menarik investasi dinilai akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah rupiah hingga akhir tahun.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *