Kemensos Verifikasi Ratusan Anak di Aceh untuk Program Sekolah Rakyat, Prioritaskan Keluarga Miskin

Banda Aceh – Aceh Besar – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama pemerintah daerah terus memperluas jangkauan Program Sekolah Rakyat di Aceh. Hingga awal Juni 2026, sekitar 300 calon peserta didik di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh telah berhasil diidentifikasi dan menjalani proses verifikasi untuk menjadi bagian dari program pendidikan yang ditujukan bagi keluarga kurang mampu.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa proses pendataan dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah warga. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa calon siswa benar-benar berasal dari keluarga yang masuk kategori paling membutuhkan sesuai data sosial ekonomi nasional.

Menurutnya, seluruh data yang telah terkumpul masih akan melalui tahap pendalaman dan validasi sebelum ditetapkan secara resmi sebagai peserta didik Sekolah Rakyat. Pemerintah ingin memastikan bahwa bantuan pendidikan tersebut tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak memenuhi kriteria.

Dalam kunjungannya ke Sentra Darussa’adah Aceh Besar, Mensos juga menegaskan bahwa proses seleksi harus berlangsung transparan dan bebas dari praktik titipan maupun pungutan liar. Program ini secara khusus diprioritaskan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga prasejahtera, terutama mereka yang masuk kelompok ekonomi terbawah.

Secara nasional, Program Sekolah Rakyat terus mengalami perluasan. Saat ini program tersebut telah berjalan di 166 lokasi yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Pemerintah bahkan meningkatkan kapasitas penerimaan siswa baru tahun 2026 dari sekitar 15 ribu menjadi lebih dari 36 ribu peserta didik. Untuk tahun berikutnya, jumlah siswa yang ditargetkan mengikuti program ini diproyeksikan menembus angka 100 ribu orang.

Pemerintah menilai program tersebut menjadi salah satu solusi untuk menekan angka anak yang tidak bersekolah maupun putus sekolah. Berdasarkan data yang disampaikan Kemensos, masih terdapat jutaan anak Indonesia yang belum memperoleh akses pendidikan secara optimal sehingga membutuhkan intervensi khusus melalui Program Sekolah Rakyat.

Selain memperkenalkan sistem pembelajaran, kegiatan di Aceh Besar juga menjadi ajang bagi orang tua dan calon siswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan pendidikan yang akan mereka tempati. Berbagai penampilan siswa, mulai dari kemampuan berbahasa asing, seni musik, hingga karya kreatif, turut ditampilkan sebagai gambaran proses pembelajaran yang berlangsung di Sekolah Rakyat.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Melalui sistem pendidikan berasrama dan dukungan penuh dari negara, pemerintah berharap para peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan memiliki keterampilan yang mampu meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *